Apa arti "untai" dalam bahasa Malaysia?


Apa arti "untai" dalam bahasa Malaysia? Definisi, konsep dan penggunaan kata Malaysia "untai" dengan contoh ilustrasi.

untai:

untai 1. benang atau tali yg digunakan utk mencucuk buah tasbih (manik dll); 2. penjodoh bilangan utk rangkaian benda yg dicucuk (spt rantai manik, kalung mutiara, dsb), utas: dua ~ kalung mutiara; 3. = untaian karangan, rangkaian; 4. serangkap (pantun, sajak, dll), serangkai: sajak empat se~ ini barangkali memang agak umum sedikit; beruntai, beruntaian, menguntai tampak menjuntai, berjuntai-juntai; beruntai-untai banyak untainya, beberapa untai (kalung dll), berangkai-rangkai: maka larilah ikan-ikan itu menyelam menyusupi akar-akar teratai yg berjuntai ~ ; teruntai tergantung beruntai-untai; untaian 1. sesuatu yg bersambung-sambung spt rantai, karangan, rangkaian; 2. sesuatu yg berturutan (bkn peristiwa dll), rentetan: hidup kita ini adalah ~ perubahan, tidak ada yg diam, tidak ada yg kekal; kenapa ~ katanya tidak begitu kemas dan teratur lagi?.

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "untai" dalam bahasa Malaysia?


untai - Arti dalam bahasa Malaysia.

  • untai
    1. benang atau tali yg digunakan utk mencucuk buah tasbih (manik dll); 2. penjodoh bilangan utk rangkaian benda yg dicucuk (spt rantai manik, kalung mutiara, dsb), utas: dua ~ kalung mutiara; 3. = untaian karangan, rangkaian; 4. serangkap (pantun, sajak, dll), serangkai: sajak empat se~ ini barangkali memang agak umum sedikit; beruntai, beruntaian, menguntai tampak menjuntai, berjuntai-juntai; beruntai-untai banyak untainya, beberapa untai (kalung dll), berangkai-rangkai: maka larilah ikan-ikan itu menyelam menyusupi akar-akar teratai yg berjuntai ~ ; teruntai tergantung beruntai-untai; untaian 1. sesuatu yg bersambung-sambung spt rantai, karangan, rangkaian; 2. sesuatu yg berturutan (bkn peristiwa dll), rentetan: hidup kita ini adalah ~ perubahan, tidak ada yg diam, tidak ada yg kekal; kenapa ~ katanya tidak begitu kemas dan teratur lagi?.
  • Tentang bahasa Malaysia

    Tentang bahasa Malaysia

    Bahasa Malaysia adalah sebuah istilah gagasan politik bahasa nasional bagi negara Malaysia sebagai bentuk tentangan bagi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi negara berdaulat Indonesia. Sekalipun bukan merupakan bahasa yang nyata dan tidak diakui secara resmi, gagasan politik yang disebut sebagai "bahasa Malaysia" ini diklaim memiliki penutur lebih dari 10 juta orang yang tak lain adalah orang Malaysia sendiri yang mayoritasnya mendiami wilayah Semenanjung Malaysia. Pada faktanya, bahasa nasional negara Malaysia yang diakui secara resmi konstitusional menurut Undang-Undang Dasar Malaysia Pasal 152 (disebut sebagai "Perlembagaan Persekutuan Malaysia Perkara 152" di Malaysia) adalah bahasa Melayu sesuai dengan isi pasal yang berbunyi: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".

    Bahasa ini disebut dengan berbagai macam nama, namun nama yang paling dikenali yaitu "Bahasa Melayu" dan "Bahasa Malaysia". Meskipun begitu, di Malaysia kekeliruan telah muncul dalam kalangan rakyatnya mengenai nama apakah yang patut digunakan sebagai nama resmi di negara tersebut.

    Pada masa kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pertama memperkenalkan istilah "Bahasa Malaysia" sebagai bahasa kebangsaan Malaysia. Istilah ini kemudian digunakan secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu sendiri tidak disumbangkan oleh YAB Tunku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan setelah kejadian 13 Mei 1969. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam liputan media massa saat itu. Pada saat itu terwujudlah semacam persetujuan umum mengenai istilah bahasa Malaysia, namun Undang-undang Malaysia tidak berubah.

    Pada tahun 1986, istilah "Bahasa Malaysia" diganti menjadi "Bahasa Melayu". Berdasarkan Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan Malaysia, "bahasa kebangsaan Malaysia yaitu bahasa Melayu".

    Pada tanggal 4 Juni 2007, kabinet Malaysia membuat keputusan untuk menggantikan penggunaan "Bahasa Melayu" menjadi "Bahasa Malaysia". Kabinet tersebut mengarahkan semua kementerian, universitas, dan perguruan tinggi untuk memberitahu departemen dan instansi terkait untuk menggunakan istilah "Bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen. Kebijakan tersebut sebagai dukungan untuk menanamkan semangat perpaduan dalam kalangan rakyat Malaysia yang beragam kaum yaitu Melayu, Cina, Arab, dan India.[5][6][7] Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru "Bahasa Malaysia" merupakan muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan.