Apa arti "selang I" dalam bahasa Malaysia?


Apa arti "selang I" dalam bahasa Malaysia? Definisi, konsep dan penggunaan kata Malaysia "selang I" dengan contoh ilustrasi.

selang I:

selang I 1. lat (waktu, tempat, dll): ~ beberapa lama dr itu, permaisuri pun hamillah pula; meriam ditembak ~-~ satu minit; 2. = selangan sesuatu yg letaknya di antara benda lain: tanaman ~; ~ surup Jk salah faham; berselang 1. berantara (waktu), ada antaranya: tiap-tiap hari dia menghantar susu kpd ibu dan bapanya dgn tidak pernah ~; 2. ada selangnya (antaranya): temilang dua ~; sudut yg ~; berselang-selang 1. saling berganti, berganti-ganti, lepas satu yg lain pula: di luar, hujan mencurah-curah, deruannya ~ dgn bunyi desiran daun-daun kayu yg bergeser; 2. tidak terus-menerus, ada jarak atau antaranya, berlat: maka adalah pekerjaanku itu ~ hari, pd sehari pergi menyalinkan kpd bahasa Melayu dan sehari pergi mengarangkan dia dlm tempat cap; berselangan menggunakan sesuatu sbg selang: kemahiran orang Mesir menyusun tulang-tulang kecil yg ~ dgn pasak kayu utk mengukuhkannya; menyelang 1. mencelah dgn sesuatu (dlm membuat pekerjaan dll), mencelah (menyela, menyampuk) percakapan orang: di muka pintu, gugup kedengaran diketuk orang dan diselang dgn bunyi suara orang memanggil; ~ perkataan wazir menteri itu dgn perkataan yg lemah lembut; 2. menghalang (menegah, menyela) perbuatan orang; menyelangi mencelah dgn sesuatu: bunyi guruh sayup-sayup dgn diselangi angin menderu; kawasan yg tidak ramai penduduknya ini kadang-kadang diselangi oleh kampung-kampung nelayan; .

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "selang I" dalam bahasa Malaysia?


selang I - Arti dalam bahasa Malaysia.

  • selang I
    1. lat (waktu, tempat, dll): ~ beberapa lama dr itu, permaisuri pun hamillah pula; meriam ditembak ~-~ satu minit; 2. = selangan sesuatu yg letaknya di antara benda lain: tanaman ~; ~ surup Jk salah faham; berselang 1. berantara (waktu), ada antaranya: tiap-tiap hari dia menghantar susu kpd ibu dan bapanya dgn tidak pernah ~; 2. ada selangnya (antaranya): temilang dua ~; sudut yg ~; berselang-selang 1. saling berganti, berganti-ganti, lepas satu yg lain pula: di luar, hujan mencurah-curah, deruannya ~ dgn bunyi desiran daun-daun kayu yg bergeser; 2. tidak terus-menerus, ada jarak atau antaranya, berlat: maka adalah pekerjaanku itu ~ hari, pd sehari pergi menyalinkan kpd bahasa Melayu dan sehari pergi mengarangkan dia dlm tempat cap; berselangan menggunakan sesuatu sbg selang: kemahiran orang Mesir menyusun tulang-tulang kecil yg ~ dgn pasak kayu utk mengukuhkannya; menyelang 1. mencelah dgn sesuatu (dlm membuat pekerjaan dll), mencelah (menyela, menyampuk) percakapan orang: di muka pintu, gugup kedengaran diketuk orang dan diselang dgn bunyi suara orang memanggil; ~ perkataan wazir menteri itu dgn perkataan yg lemah lembut; 2. menghalang (menegah, menyela) perbuatan orang; menyelangi mencelah dgn sesuatu: bunyi guruh sayup-sayup dgn diselangi angin menderu; kawasan yg tidak ramai penduduknya ini kadang-kadang diselangi oleh kampung-kampung nelayan; .
  • Tentang bahasa Malaysia

    Tentang bahasa Malaysia

    Bahasa Malaysia adalah sebuah istilah gagasan politik bahasa nasional bagi negara Malaysia sebagai bentuk tentangan bagi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi negara berdaulat Indonesia. Sekalipun bukan merupakan bahasa yang nyata dan tidak diakui secara resmi, gagasan politik yang disebut sebagai "bahasa Malaysia" ini diklaim memiliki penutur lebih dari 10 juta orang yang tak lain adalah orang Malaysia sendiri yang mayoritasnya mendiami wilayah Semenanjung Malaysia. Pada faktanya, bahasa nasional negara Malaysia yang diakui secara resmi konstitusional menurut Undang-Undang Dasar Malaysia Pasal 152 (disebut sebagai "Perlembagaan Persekutuan Malaysia Perkara 152" di Malaysia) adalah bahasa Melayu sesuai dengan isi pasal yang berbunyi: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".

    Bahasa ini disebut dengan berbagai macam nama, namun nama yang paling dikenali yaitu "Bahasa Melayu" dan "Bahasa Malaysia". Meskipun begitu, di Malaysia kekeliruan telah muncul dalam kalangan rakyatnya mengenai nama apakah yang patut digunakan sebagai nama resmi di negara tersebut.

    Pada masa kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pertama memperkenalkan istilah "Bahasa Malaysia" sebagai bahasa kebangsaan Malaysia. Istilah ini kemudian digunakan secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu sendiri tidak disumbangkan oleh YAB Tunku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan setelah kejadian 13 Mei 1969. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam liputan media massa saat itu. Pada saat itu terwujudlah semacam persetujuan umum mengenai istilah bahasa Malaysia, namun Undang-undang Malaysia tidak berubah.

    Pada tahun 1986, istilah "Bahasa Malaysia" diganti menjadi "Bahasa Melayu". Berdasarkan Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan Malaysia, "bahasa kebangsaan Malaysia yaitu bahasa Melayu".

    Pada tanggal 4 Juni 2007, kabinet Malaysia membuat keputusan untuk menggantikan penggunaan "Bahasa Melayu" menjadi "Bahasa Malaysia". Kabinet tersebut mengarahkan semua kementerian, universitas, dan perguruan tinggi untuk memberitahu departemen dan instansi terkait untuk menggunakan istilah "Bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen. Kebijakan tersebut sebagai dukungan untuk menanamkan semangat perpaduan dalam kalangan rakyat Malaysia yang beragam kaum yaitu Melayu, Cina, Arab, dan India.[5][6][7] Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru "Bahasa Malaysia" merupakan muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan.