Apa arti "penuh" dalam bahasa Malaysia?


Apa arti "penuh" dalam bahasa Malaysia? Definisi, konsep dan penggunaan kata Malaysia "penuh" dengan contoh ilustrasi.

penuh:

penuh 1. seluruhnya berisi, tidak sedikit pun kosong (terluang), pepak: tong itu ~ lagi berisi minyak; bas itu sudah ~; ~ sesak (padat, pepak, ruah, tumpat) sangat penuh; 2. banyak berisi (sesuatu), banyak mengandungi (sesuatu): kedai itu ~ dgn kain; 3. ki tidak kurang, cukup: kalau dia sudah sembuh, dia akan mendapat gaji ~; markah ~; sijil ~; 4. banyak (ramai) sekali: ~lah pasar itu dgn perempuan; ~ harapan dgn berharap sangat; ~ kesedaran dgn cukup sedar; ~ perasaan dgn seluruh perasaan (hati); ~ sarat penuh sekali; ~ semangat dgn bersemangat sekali; sepenuh secukup(nya), segenap, selengkap, seluruh, semua(nya): diberi keterangan ~nya; ~ perhatian dgn seluruh perhatian; memenuhi 1. mengisi (memuatkan) penuh-penuh: air paip itu dibiarkan ~ baldi itu; 2. memadai, memuaskan, mencukupi: mengapa aku tidak dapat ~ hasrat hatinya?; pemohon-pemohon dijemput mengemukakan permohonan bagi ~ jawatan guru; 3. memuaskan permintaan dll, menyampaikan harapan dll, mengabulkan: sekadar ~ permintaan yg berulang-ulang diucapkan itu; 4. menjalankan (kewajiban dll), menepati (janji dll), menunaikan, menyempurnakan: kita yakin tuntutan-tuntutan yg dua lagi itu pasti akan dipenuhi jua seterusnya; memenuhkan menyebabkan sesuatu menjadi penuh, menjadikan penuh: dia sedang ~ baldi itu dgn air; terpenuhi sudah dipenuhi, dapat dilaksanakan (diluluskan)..

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "penuh" dalam bahasa Malaysia?


penuh - Arti dalam bahasa Malaysia.

  • penuh
    1. seluruhnya berisi, tidak sedikit pun kosong (terluang), pepak: tong itu ~ lagi berisi minyak; bas itu sudah ~; ~ sesak (padat, pepak, ruah, tumpat) sangat penuh; 2. banyak berisi (sesuatu), banyak mengandungi (sesuatu): kedai itu ~ dgn kain; 3. ki tidak kurang, cukup: kalau dia sudah sembuh, dia akan mendapat gaji ~; markah ~; sijil ~; 4. banyak (ramai) sekali: ~lah pasar itu dgn perempuan; ~ harapan dgn berharap sangat; ~ kesedaran dgn cukup sedar; ~ perasaan dgn seluruh perasaan (hati); ~ sarat penuh sekali; ~ semangat dgn bersemangat sekali; sepenuh secukup(nya), segenap, selengkap, seluruh, semua(nya): diberi keterangan ~nya; ~ perhatian dgn seluruh perhatian; memenuhi 1. mengisi (memuatkan) penuh-penuh: air paip itu dibiarkan ~ baldi itu; 2. memadai, memuaskan, mencukupi: mengapa aku tidak dapat ~ hasrat hatinya?; pemohon-pemohon dijemput mengemukakan permohonan bagi ~ jawatan guru; 3. memuaskan permintaan dll, menyampaikan harapan dll, mengabulkan: sekadar ~ permintaan yg berulang-ulang diucapkan itu; 4. menjalankan (kewajiban dll), menepati (janji dll), menunaikan, menyempurnakan: kita yakin tuntutan-tuntutan yg dua lagi itu pasti akan dipenuhi jua seterusnya; memenuhkan menyebabkan sesuatu menjadi penuh, menjadikan penuh: dia sedang ~ baldi itu dgn air; terpenuhi sudah dipenuhi, dapat dilaksanakan (diluluskan)..
  • Tentang bahasa Malaysia

    Tentang bahasa Malaysia

    Bahasa Malaysia adalah sebuah istilah gagasan politik bahasa nasional bagi negara Malaysia sebagai bentuk tentangan bagi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi negara berdaulat Indonesia. Sekalipun bukan merupakan bahasa yang nyata dan tidak diakui secara resmi, gagasan politik yang disebut sebagai "bahasa Malaysia" ini diklaim memiliki penutur lebih dari 10 juta orang yang tak lain adalah orang Malaysia sendiri yang mayoritasnya mendiami wilayah Semenanjung Malaysia. Pada faktanya, bahasa nasional negara Malaysia yang diakui secara resmi konstitusional menurut Undang-Undang Dasar Malaysia Pasal 152 (disebut sebagai "Perlembagaan Persekutuan Malaysia Perkara 152" di Malaysia) adalah bahasa Melayu sesuai dengan isi pasal yang berbunyi: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".

    Bahasa ini disebut dengan berbagai macam nama, namun nama yang paling dikenali yaitu "Bahasa Melayu" dan "Bahasa Malaysia". Meskipun begitu, di Malaysia kekeliruan telah muncul dalam kalangan rakyatnya mengenai nama apakah yang patut digunakan sebagai nama resmi di negara tersebut.

    Pada masa kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pertama memperkenalkan istilah "Bahasa Malaysia" sebagai bahasa kebangsaan Malaysia. Istilah ini kemudian digunakan secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu sendiri tidak disumbangkan oleh YAB Tunku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan setelah kejadian 13 Mei 1969. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam liputan media massa saat itu. Pada saat itu terwujudlah semacam persetujuan umum mengenai istilah bahasa Malaysia, namun Undang-undang Malaysia tidak berubah.

    Pada tahun 1986, istilah "Bahasa Malaysia" diganti menjadi "Bahasa Melayu". Berdasarkan Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan Malaysia, "bahasa kebangsaan Malaysia yaitu bahasa Melayu".

    Pada tanggal 4 Juni 2007, kabinet Malaysia membuat keputusan untuk menggantikan penggunaan "Bahasa Melayu" menjadi "Bahasa Malaysia". Kabinet tersebut mengarahkan semua kementerian, universitas, dan perguruan tinggi untuk memberitahu departemen dan instansi terkait untuk menggunakan istilah "Bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen. Kebijakan tersebut sebagai dukungan untuk menanamkan semangat perpaduan dalam kalangan rakyat Malaysia yang beragam kaum yaitu Melayu, Cina, Arab, dan India.[5][6][7] Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru "Bahasa Malaysia" merupakan muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan.