Apa arti "kabur" dalam bahasa Malaysia?
Apa arti "kabur" dalam bahasa Malaysia? Definisi, konsep dan penggunaan kata Malaysia "kabur" dengan contoh ilustrasi.
kabur: kabur I 1. tidak dapat melihat dgn terang atau nyata (bkn mata), kurang terang (bkn penglihatan), pudar: ayahanda orang tua, ~ mata, pekak telinga; 2. kurang jernih (bkn kaca dll), tidak terang atau jelas (bkn corak atau warna sesuatu, tulisan, dll), tidak cerah, pudar: tikar mengkuang putih yg telah ~; tulisan yg ~; nasibnya sudah mulai ~ nasibnya tidak terang atau cerah lagi (sudah mulai buruk); 3. tidak atau kurang jelas (maksudnya, kandungannya, dsb), tidak nyata, samar-samar: definisi novel spt di atas sangat ~; semua kenangan yg indah itu menjadi ~ dan samar-samar; mengabur menjadi kabur (kurang terang, jernih, nyata, dll), menjadi pudar: ia melihat ke hadapannya kembali kpd Yusuf dan Maria yg ~ di atas kerusi di bawah pohon mangga yg rimbun itu; fikirannya ~; mengaburi menjadikan kabur: tanda tanya terus ~ fikiran Burad; mengaburkan menyebabkan jadi kabur: ~ pandangan seseorang terhadap soal-soal masyarakat; ~ mata rakyat mengelirukan rakyat (menipu rakyat); kekaburan perihal atau keadaan kabur: dgn menggunakan kaca mata, ~ matanya hilang; Amir sudah pulih drpd ~ fikirannya; dlm buku-buku Greek yg terdahulu, terdapat terlalu banyak ~; kekabur-kaburan agak kabur, agak pudar..
Apa arti "kabur" dalam bahasa Malaysia?
kabur - Arti dalam bahasa Malaysia.
kabur
I 1. tidak dapat melihat dgn terang atau nyata (bkn mata), kurang terang (bkn penglihatan), pudar: ayahanda orang tua, ~ mata, pekak telinga; 2. kurang jernih (bkn kaca dll), tidak terang atau jelas (bkn corak atau warna sesuatu, tulisan, dll), tidak cerah, pudar: tikar mengkuang putih yg telah ~; tulisan yg ~; nasibnya sudah mulai ~ nasibnya tidak terang atau cerah lagi (sudah mulai buruk); 3. tidak atau kurang jelas (maksudnya, kandungannya, dsb), tidak nyata, samar-samar: definisi novel spt di atas sangat ~; semua kenangan yg indah itu menjadi ~ dan samar-samar; mengabur menjadi kabur (kurang terang, jernih, nyata, dll), menjadi pudar: ia melihat ke hadapannya kembali kpd Yusuf dan Maria yg ~ di atas kerusi di bawah pohon mangga yg rimbun itu; fikirannya ~; mengaburi menjadikan kabur: tanda tanya terus ~ fikiran Burad; mengaburkan menyebabkan jadi kabur: ~ pandangan seseorang terhadap soal-soal masyarakat; ~ mata rakyat mengelirukan rakyat (menipu rakyat); kekaburan perihal atau keadaan kabur: dgn menggunakan kaca mata, ~ matanya hilang; Amir sudah pulih drpd ~ fikirannya; dlm buku-buku Greek yg terdahulu, terdapat terlalu banyak ~; kekabur-kaburan agak kabur, agak pudar..
Kata lain yang mirip dengan bahasa Malaysia
- "kuat I" dalam bahasa Malaysia?
- "tatanama" dalam bahasa Malaysia?
- "batimetri" dalam bahasa Malaysia?
- "pampat" dalam bahasa Malaysia?
- "gerha" dalam bahasa Malaysia?
- "kana III" dalam bahasa Malaysia?
- "maklun" dalam bahasa Malaysia?
- "absolutisme" dalam bahasa Malaysia?
- "sekstet" dalam bahasa Malaysia?
- "rinci; merinci" dalam bahasa Malaysia?
- "baguk II" dalam bahasa Malaysia?
- "epal" dalam bahasa Malaysia?
- "indo" dalam bahasa Malaysia?
- "fasakh" dalam bahasa Malaysia?
- "ura-ura" dalam bahasa Malaysia?
- "ceruk I" dalam bahasa Malaysia?
- "serelum" dalam bahasa Malaysia?
- "pedoman" dalam bahasa Malaysia?
- "isi padu" dalam bahasa Malaysia?
- "serigala" dalam bahasa Malaysia?
Tentang bahasa Malaysia
Bahasa Malaysia adalah sebuah istilah gagasan politik bahasa nasional bagi negara Malaysia sebagai bentuk tentangan bagi bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi negara berdaulat Indonesia. Sekalipun bukan merupakan bahasa yang nyata dan tidak diakui secara resmi, gagasan politik yang disebut sebagai "bahasa Malaysia" ini diklaim memiliki penutur lebih dari 10 juta orang yang tak lain adalah orang Malaysia sendiri yang mayoritasnya mendiami wilayah Semenanjung Malaysia. Pada faktanya, bahasa nasional negara Malaysia yang diakui secara resmi konstitusional menurut Undang-Undang Dasar Malaysia Pasal 152 (disebut sebagai "Perlembagaan Persekutuan Malaysia Perkara 152" di Malaysia) adalah bahasa Melayu sesuai dengan isi pasal yang berbunyi: "Bahasa kebangsaan ialah bahasa Melayu".
Bahasa ini disebut dengan berbagai macam nama, namun nama yang paling dikenali yaitu "Bahasa Melayu" dan "Bahasa Malaysia". Meskipun begitu, di Malaysia kekeliruan telah muncul dalam kalangan rakyatnya mengenai nama apakah yang patut digunakan sebagai nama resmi di negara tersebut.
Pada masa kemerdekaan Malaysia, Tunku Abdul Rahman sebagai Perdana Menteri pertama memperkenalkan istilah "Bahasa Malaysia" sebagai bahasa kebangsaan Malaysia. Istilah ini kemudian digunakan secara meluas. Sebenarnya istilah bahasa Malaysia itu sendiri tidak disumbangkan oleh YAB Tunku Abdul Rahman, tetapi timbul secara spontan setelah kejadian 13 Mei 1969. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam liputan media massa saat itu. Pada saat itu terwujudlah semacam persetujuan umum mengenai istilah bahasa Malaysia, namun Undang-undang Malaysia tidak berubah.
Pada tahun 1986, istilah "Bahasa Malaysia" diganti menjadi "Bahasa Melayu". Berdasarkan Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan Malaysia, "bahasa kebangsaan Malaysia yaitu bahasa Melayu".
Pada tanggal 4 Juni 2007, kabinet Malaysia membuat keputusan untuk menggantikan penggunaan "Bahasa Melayu" menjadi "Bahasa Malaysia". Kabinet tersebut mengarahkan semua kementerian, universitas, dan perguruan tinggi untuk memberitahu departemen dan instansi terkait untuk menggunakan istilah "Bahasa Malaysia" dalam surat-menyurat, catatan dan dokumen. Kebijakan tersebut sebagai dukungan untuk menanamkan semangat perpaduan dalam kalangan rakyat Malaysia yang beragam kaum yaitu Melayu, Cina, Arab, dan India.[5][6][7] Pada 5 November 2007, Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Seri Zainuddin Maidin, menegaskan lagi bahwa penggunaan istilah baru "Bahasa Malaysia" merupakan muktamad atau dalam kata lain dapat dijadikan pegangan.
