Apa arti "tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan" dalam bahasa Jepang?


Apa arti "tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan" dalam bahasa Jepang? Definisi, konsep dan penggunaan kata Jepang "tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan" dengan contoh ilustrasi.

tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan:

tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan (観光地 - kankouchi); Kanji: かんこうち (トゥンパット ウィサタ, ダエラー パリウィサタ, トゥンパット タマシャ, トゥンパット プランチョンガン);地 かんこうち ち チ とぅんぱっと うぃさた だえらー ぱりうぃさた とぅんぱっと たましゃ とぅんぱっと ぷらんちょんがん.

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan" dalam bahasa Jepang?


tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan - Arti dalam bahasa Jepang.

  • tempat wisata, daerah pariwisata, tempat tamasya, tempat pelancongan: 観光地 (kankouchi); Kanji: かんこうち (トゥンパット ウィサタ, ダエラー パリウィサタ, トゥンパット タマシャ, トゥンパット プランチョンガン);
    地 かんこうち ち チ とぅんぱっと うぃさた だえらー ぱりうぃさた とぅんぱっと たましゃ とぅんぱっと ぷらんちょんがん.
  • Kata lain yang mirip dengan bahasa Jepang

    Kata lain yang mirip dengan bahasa Jepang

    Tentang bahasa Jepang

    Tentang bahasa Jepang

    Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo; pengucapan: Nihonggo, Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info)) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 125 juta jiwa.

    Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Tiongkok. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

    Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

    Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.