Apa arti "pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara" dalam bahasa Jepang?


Apa arti "pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara" dalam bahasa Jepang? Definisi, konsep dan penggunaan kata Jepang "pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara" dengan contoh ilustrasi.

pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara:

pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara (座長 - zachou); Kanji: ざちょう (プミンピン, クトゥア, プミリック ダン クトゥア ロンボンガン サンディワラ);長 ざちょう なが ナガ ぷみんぴん くとぅあ ぷみりっく だん くとぅあ ろんぼんがん さんでぃわら.

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara" dalam bahasa Jepang?


pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara - Arti dalam bahasa Jepang.

  • pemimpin, ketua, pemilik dan ketua rombongan sandiwara: 座長 (zachou); Kanji: ざちょう (プミンピン, クトゥア, プミリック ダン クトゥア ロンボンガン サンディワラ);
    長 ざちょう なが ナガ ぷみんぴん くとぅあ ぷみりっく だん くとぅあ ろんぼんがん さんでぃわら.
  • Kata lain yang mirip dengan bahasa Jepang

    Kata lain yang mirip dengan bahasa Jepang

    Tentang bahasa Jepang

    Tentang bahasa Jepang

    Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo; pengucapan: Nihonggo, Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info)) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 125 juta jiwa.

    Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Tiongkok. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

    Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

    Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.