Apa arti "ayah istri" dalam bahasa Jepang?
Apa arti "ayah istri" dalam bahasa Jepang? Definisi, konsep dan penggunaan kata Jepang "ayah istri" dengan contoh ilustrasi.
ayah istri: ayah istri (岳父 - gakufu); Kanji: がくふ (アヤ イストゥリ);父 がくふ ちち チチ あや いすとぅり.
Apa arti "ayah istri" dalam bahasa Jepang?
ayah istri - Arti dalam bahasa Jepang.
ayah istri: 岳父 (gakufu); Kanji: がくふ (アヤ イストゥリ);
父 がくふ ちち チチ あや いすとぅり.
Kata lain yang mirip dengan bahasa Jepang
- "kenyang" dalam bahasa Jepang?
- "dubbed versi " dalam bahasa Jepang?
- "sepuluh orang ke atas" dalam bahasa Jepang?
- "Menghasut" dalam bahasa Jepang?
- "prestasi" dalam bahasa Jepang?
- "belau" dalam bahasa Jepang?
- "perahu layar, kapal layar" dalam bahasa Jepang?
- "beratnya" dalam bahasa Jepang?
- "noisily (air spilling) " dalam bahasa Jepang?
- "pintu gerbang dalam" dalam bahasa Jepang?
- "tidak setia" dalam bahasa Jepang?
- "berbaring-baring" dalam bahasa Jepang?
- "sebuah seni, satu bakat " dalam bahasa Jepang?
- "air mani, sperma" dalam bahasa Jepang?
- "otot, urat, urat daging" dalam bahasa Jepang?
- "perintah militer" dalam bahasa Jepang?
- "bertunangan" dalam bahasa Jepang?
- "pakaian tidur, baju tidur" dalam bahasa Jepang?
- "memperkuat" dalam bahasa Jepang?
- "memperburuk" dalam bahasa Jepang?
Tentang bahasa Jepang
Bahasa Jepang (日本語; romaji: Nihongo; pengucapan: Nihonggo, Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info)) merupakan bahasa resmi di Jepang dan jumlah penutur 125 juta jiwa.
Bahasa Jepang juga digunakan oleh sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkannya seperti Korea dan Republik Tiongkok. Ia juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat emigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (二世, generasi kedua), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.
Bahasa Jepang terbagi kepada dua bentuk yaitu Hyoujungo (標準語), pertuturan standar, dan Kyoutsugo (共通語), pertuturan umum. Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.
Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, atau kata sandang). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikannya dengan peraturan tata bahasa Jepang.
