Apa arti "tumpu" dalam bahasa Cina?


Apa arti "tumpu" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "tumpu" dengan contoh ilustrasi.

tumpu:

1. 立足地,有基础的,集中全力2. 支架﹐立足点﹐踏脚石﹐据点3. 至﹐到﹐直到 tumpuan1. 目标2. 支点﹐立足点﹐立足处﹐跳板﹐踏脚石3. 支柱﹐支持物﹐支持﹐支援,依靠的(人等)4. 基地﹐根据地5. 床下的踏脚板6. 焦点﹐中心﹐核心tumpuan kanta焦点bertumpu1. 群集2. 把(手或脚等)支在...上3. 弹脚﹐脚使劲一踏﹐蹬4. 竭力﹐尽力﹐集中全力5. 立下的根基﹐根深蒂固6. 集中于﹐结集于7. 交集bersetumpu1. 弹脚﹐脚使劲一踏﹐蹬2. 竭力﹐尽力﹐集中全力menumpu1. 支持﹐支助﹐支持2. (风)吹﹐吹刮3. 集中(精神﹐注意力等) menumpukan1. 集中全力2. 把脚板踏在...上3. 拒绝4. 离开5. 以...为基础﹐以...作根据6. 集中精力(兴趣)于menumpukan permintaan拒绝要求penumpu1. 支持者﹐援助者2. 支撑物 penumpu kaki脚凳penumpuan集中,集合pertumpuan集中点﹐中心点setumpu支架﹐立足点﹐踏脚石﹐据点tertumpu1. 已集中(力量﹐注意力)在...上的2. 被拒绝tumpu tinggi(数)垂心@Dari mula matahari timbul hingga tumpu senjakala, jejak babi tunggal yang diburunya itu tidak juga bertemu.@

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "tumpu" dalam bahasa Cina?


tumpu - Arti dalam bahasa Cina.

1. 立足地,有基础的,集中全力
2. 支架﹐立足点﹐踏脚石﹐据点
3. 至﹐到﹐直到

tumpuan
1. 目标
2. 支点﹐立足点﹐立足处﹐跳板﹐踏脚石
3. 支柱﹐支持物﹐支持﹐支援,依靠的(人等)
4. 基地﹐根据地
5. 床下的踏脚板
6. 焦点﹐中心﹐核心

tumpuan kanta
焦点

bertumpu
1. 群集
2. 把(手或脚等)支在...上
3. 弹脚﹐脚使劲一踏﹐蹬
4. 竭力﹐尽力﹐集中全力
5. 立下的根基﹐根深蒂固
6. 集中于﹐结集于
7. 交集

bersetumpu
1. 弹脚﹐脚使劲一踏﹐蹬
2. 竭力﹐尽力﹐集中全力

menumpu
1. 支持﹐支助﹐支持
2. (风)吹﹐吹刮
3. 集中(精神﹐注意力等)

menumpukan
1. 集中全力
2. 把脚板踏在...上
3. 拒绝
4. 离开
5. 以...为基础﹐以...作根据
6. 集中精力(兴趣)于

menumpukan permintaan
拒绝要求

penumpu
1. 支持者﹐援助者
2. 支撑物

penumpu kaki
脚凳

penumpuan
集中,集合

pertumpuan
集中点﹐中心点

setumpu
支架﹐立足点﹐踏脚石﹐据点

tertumpu
1. 已集中(力量﹐注意力)在...上的
2. 被拒绝

tumpu tinggi
(数)垂心@Dari mula matahari timbul hingga tumpu senjakala, jejak babi tunggal yang diburunya itu tidak juga bertemu.@

Tentang bahasa cina

Tentang bahasa cina

Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.

Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.

Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.

Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).

Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.

Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.