Apa arti "sapu" dalam bahasa Cina?
Apa arti "sapu" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "sapu" dengan contoh ilustrasi.
sapu:1. 扫帚, 扫把2. 扫除或铲除工具3. 一种儿童游戏(以手指扫脚)4. 鞭打5. 一种灌木sapu leman一种灌木sapu-sapu一种儿童游戏(以手指扫脚)sapu ringan一种儿童游戏(以手指扫脚)sapu tangan手帕sapu bulu ayam鸡毛帚sapu-sapu ringin一种儿童游戏bersapu1. 被扫除2. 涂上...menyapu1. 用扫帚清除2. 抹擦﹐拭﹐揩3. 不断拭擦4. 用...来涂上(抹上)5. 触及﹐高及6. 涂(粉在脸上)7. 用完﹐取完﹐全蹧蹋8. 鞭打menyapu-nyapu不断拭擦menyapukan1. 替...扫(抹﹐揩)2. 用...扫(擦﹑指﹑涂刷)3. 涂上...﹐抹上...penyapu扫帚sapuan清除工作tersapu1. 已扫除的2. 已被消除的@Dia membersihkan rumahnya dengan sapu lidi.@
Support by: TuDienSo.comApa arti "sapu" dalam bahasa Cina?
sapu - Arti dalam bahasa Cina.
1. 扫帚, 扫把
2. 扫除或铲除工具
3. 一种儿童游戏(以手指扫脚)
4. 鞭打
5. 一种灌木
sapu leman
一种灌木
sapu-sapu
一种儿童游戏(以手指扫脚)
sapu ringan
一种儿童游戏(以手指扫脚)
sapu tangan
手帕
sapu bulu ayam
鸡毛帚
sapu-sapu ringin
一种儿童游戏
bersapu
1. 被扫除
2. 涂上...
menyapu
1. 用扫帚清除
2. 抹擦﹐拭﹐揩
3. 不断拭擦
4. 用...来涂上(抹上)
5. 触及﹐高及
6. 涂(粉在脸上)
7. 用完﹐取完﹐全蹧蹋
8. 鞭打
menyapu-nyapu
不断拭擦
menyapukan
1. 替...扫(抹﹐揩)
2. 用...扫(擦﹑指﹑涂刷)
3. 涂上...﹐抹上...
penyapu
扫帚
sapuan
清除工作
tersapu
1. 已扫除的
2. 已被消除的@Dia membersihkan rumahnya dengan sapu lidi.@
Kata lain yang mirip dengan bahasa Cina
- "娴静" dalam bahasa Cina?
- "menarik ongkos" dalam bahasa Cina?
- "bagai kinantan hilang taji" dalam bahasa Cina?
- "jerewat" dalam bahasa Cina?
- "磐" dalam bahasa Cina?
- "gendut" dalam bahasa Cina?
- "雪中送炭" dalam bahasa Cina?
- "令人" dalam bahasa Cina?
- "抽调" dalam bahasa Cina?
- "overhed" dalam bahasa Cina?
- "太监" dalam bahasa Cina?
- "买主" dalam bahasa Cina?
- "云层" dalam bahasa Cina?
- "文化工作者" dalam bahasa Cina?
- "sebelum ajal berpantang mati" dalam bahasa Cina?
- "keletung" dalam bahasa Cina?
- "盆栽" dalam bahasa Cina?
- "panglima" dalam bahasa Cina?
- "sampel" dalam bahasa Cina?
- "容纳" dalam bahasa Cina?
Tentang bahasa cina
Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.
Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.
Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.
Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).
Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.
Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.
