Apa arti "kacang" dalam bahasa Cina?


Apa arti "kacang" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "kacang" dengan contoh ilustrasi.

kacang:

1. 豆2. 子弹﹐散弹kacang-kacang1. 一种灌木2. 一种攀缘植物3. 斑条魣鱼4. 斑条魣鱼kacang arab羊角豆kacang bender羊角豆kacang bendi角豆kacang buncis荷兰豆kacang botor一种豆荚,一种四直角的豆(可食的),四棱豆kacang cina落花生kacang dal一种豆(树及它的果实),黄豆kacang goreng炒豆,炒花生kacang hantu蚕豆kacang hijau绿豆kacang jawa落花生kacang kara豌豆kacang kelisa豆荚kacang kedelai大豆﹐黄豆kacang lopek斑条魣鱼kacang lendir羊角豆kacang merah红豆kacang panggang焗豆,茄汁豆kacang putih落花生kacang polong蚕豆kacang parang蚕豆kacang pistasio阿月浑果(其绿色果仁可食)kacang parpu一种豆﹐印度豆kacang pul一种豆名kacang pendek菜豆kacang panjang长豆kacang sepat猴子豆kacang soya大荳kacang rebus煮或烫的花生(蛋﹑薯)kacang tanah落花生mengacang1. 摊派﹐分配2. 为所欲为3. 打﹐击打memperkacang浪费(别人的)财产或金钱terkacang全身痛的terkacang pinggang全身痛的

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "kacang" dalam bahasa Cina?


kacang - Arti dalam bahasa Cina.

1. 豆
2. 子弹﹐散弹

kacang-kacang
1. 一种灌木
2. 一种攀缘植物
3. 斑条魣鱼
4. 斑条魣鱼

kacang arab
羊角豆

kacang bender
羊角豆

kacang bendi
角豆

kacang buncis
荷兰豆

kacang botor
一种豆荚,一种四直角的豆(可食的),四棱豆

kacang cina
落花生

kacang dal
一种豆(树及它的果实),黄豆

kacang goreng
炒豆,炒花生

kacang hantu
蚕豆

kacang hijau
绿豆

kacang jawa
落花生

kacang kara
豌豆

kacang kelisa
豆荚

kacang kedelai
大豆﹐黄豆

kacang lopek
斑条魣鱼

kacang lendir
羊角豆

kacang merah
红豆

kacang panggang
焗豆,茄汁豆

kacang putih
落花生

kacang polong
蚕豆

kacang parang
蚕豆

kacang pistasio
阿月浑果(其绿色果仁可食)

kacang parpu
一种豆﹐印度豆

kacang pul
一种豆名

kacang pendek
菜豆

kacang panjang
长豆

kacang sepat
猴子豆

kacang soya
大荳

kacang rebus
煮或烫的花生(蛋﹑薯)

kacang tanah
落花生

mengacang
1. 摊派﹐分配
2. 为所欲为
3. 打﹐击打

memperkacang
浪费(别人的)财产或金钱

terkacang
全身痛的

terkacang pinggang
全身痛的

Tentang bahasa cina

Tentang bahasa cina

Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.

Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.

Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.

Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).

Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.

Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.