Apa arti "dinding" dalam bahasa Cina?
Apa arti "dinding" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "dinding" dengan contoh ilustrasi.
dinding:墙壁,隔版 dinding batu石垣,石壁dinding papan板壁berdinding有...壁的﹐以...为壁﹐用...隔开,寨,有围墙berdindingkan以…为墙mendinding1. 筑墙﹐装上隔板(竹壁等)﹐筑墙围住2. 好像墙壁一样(以保护、以涵盖、以遮挡等)﹐变成(墙)壁mendindingi1. 装置墙,筑起一堵墙﹐装上隔板(竹壁等)﹐筑墙围住2. 好像(墙)壁一样﹐变成墙壁(以保护、以涵盖、以遮挡等)mendindingkan装置一堵墙,使成墙壁﹐把...当作墙壁(隔板等)﹐筑以围墙pendinding隔板﹐隔壁﹐堵墙﹐掩蔽物,遮挡物﹐保护者﹐庇护人pendindingan保护或分开某样东西使成为部份的,隔界﹐掩护,掩挡﹐掩蔽﹐庇护terdinding间隔了的﹐筑上墙壁了的﹐受掩蔽了的﹐被掩住了的﹐受庇护了的,被墙挡住,被墙保护着@Sebuah gambar tergantung di dinding.@
Support by: TuDienSo.comApa arti "dinding" dalam bahasa Cina?
dinding - Arti dalam bahasa Cina.
墙壁,隔版
dinding batu
石垣,石壁
dinding papan
板壁
berdinding
有...壁的﹐以...为壁﹐用...隔开,寨,有围墙
berdindingkan
以…为墙
mendinding
1. 筑墙﹐装上隔板(竹壁等)﹐筑墙围住
2. 好像墙壁一样(以保护、以涵盖、以遮挡等)﹐变成(墙)壁
mendindingi
1. 装置墙,筑起一堵墙﹐装上隔板(竹壁等)﹐筑墙围住
2. 好像(墙)壁一样﹐变成墙壁(以保护、以涵盖、以遮挡等)
mendindingkan
装置一堵墙,使成墙壁﹐把...当作墙壁(隔板等)﹐筑以围墙
pendinding
隔板﹐隔壁﹐堵墙﹐掩蔽物,遮挡物﹐保护者﹐庇护人
pendindingan
保护或分开某样东西使成为部份的,隔界﹐掩护,掩挡﹐掩蔽﹐庇护
terdinding
间隔了的﹐筑上墙壁了的﹐受掩蔽了的﹐被掩住了的﹐受庇护了的,被墙挡住,被墙保护着@Sebuah gambar tergantung di dinding.@
Kata lain yang mirip dengan bahasa Cina
- "wang halal" dalam bahasa Cina?
- "konda kondi" dalam bahasa Cina?
- "步人后尘" dalam bahasa Cina?
- "hidup tidak kerana kaul, mati tidak kerana sumpah" dalam bahasa Cina?
- "pantak" dalam bahasa Cina?
- "伸缩" dalam bahasa Cina?
- "斧斤" dalam bahasa Cina?
- "至上命令" dalam bahasa Cina?
- "kendiri" dalam bahasa Cina?
- "Israfil" dalam bahasa Cina?
- "花名" dalam bahasa Cina?
- "bubur" dalam bahasa Cina?
- "lagi teduh lagi berkajang, lagi terang lagi bersuluh" dalam bahasa Cina?
- "batai" dalam bahasa Cina?
- "G." dalam bahasa Cina?
- "jeruji" dalam bahasa Cina?
- "sengelat" dalam bahasa Cina?
- "adakah buaya menolak bangkai" dalam bahasa Cina?
- "mengguk" dalam bahasa Cina?
- "夜市" dalam bahasa Cina?
Tentang bahasa cina
Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.
Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.
Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.
Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).
Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.
Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.
