Apa arti "dapat" dalam bahasa Cina?


Apa arti "dapat" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "dapat" dengan contoh ilustrasi.

dapat:

可以,能够,得到,找到,成功dapat rahsia发现一个秘密dapat sakit生病dapat wang得款,获得金钱dapatan发现或寻获某样东西(来自研究等的结果)﹐体现﹐体会berdapat1. 适合的﹐适宜的,正确的,恰当的2. 会见(和),遭遇(和)berpendapat具有……意见berpendapatan具有……收入bersependapat意见一致berdapatan会见,相遇﹐相会﹐遇到﹐遇见﹐碰见mendapat获得mendapat kepujian称赞﹐赞赏mendapat malu受辱mendapat suara票选mendapat surat mentega收到恐吓信mendapat runut获得线索mendapat tanah tersirah1. 死﹐逝世2. 见到埋葬了的尸体mendapati发现mendapatkan取得memperdapat努力去获得pendapat意见,见解pendapat kuno旧思想pendapatan入息,收入,所得pendapatan kasar总收入perdapat努力去获得sedapat接获...之后sedapat-dapatnya尽量﹐尽可能多,尽可能的﹐竭尽所能sedapat mungkin尽量,尽可能sependapat意见一致terdapat有,存在,发现@Dia sedang mencari orang yang dapat menyelesaikan kerja itu dengan sempurna.@同义词/Sinonim:larat, mampu, perolehi, sanggup反义词/Antonim:gagal, tidak mampu

Support by: TuDienSo.com
Bagikan postingan ini:

Apa arti "dapat" dalam bahasa Cina?


dapat - Arti dalam bahasa Cina.

可以,能够,得到,找到,成功

dapat rahsia
发现一个秘密

dapat sakit
生病

dapat wang
得款,获得金钱

dapatan
发现或寻获某样东西(来自研究等的结果)﹐体现﹐体会

berdapat
1. 适合的﹐适宜的,正确的,恰当的
2. 会见(和),遭遇(和)

berpendapat
具有……意见

berpendapatan
具有……收入

bersependapat
意见一致

berdapatan
会见,相遇﹐相会﹐遇到﹐遇见﹐碰见

mendapat
获得

mendapat kepujian
称赞﹐赞赏

mendapat malu
受辱

mendapat suara
票选

mendapat surat mentega
收到恐吓信

mendapat runut
获得线索

mendapat tanah tersirah
1. 死﹐逝世
2. 见到埋葬了的尸体

mendapati
发现

mendapatkan
取得

memperdapat
努力去获得

pendapat
意见,见解

pendapat kuno
旧思想

pendapatan
入息,收入,所得

pendapatan kasar
总收入

perdapat
努力去获得

sedapat
接获...之后

sedapat-dapatnya
尽量﹐尽可能多,尽可能的﹐竭尽所能

sedapat mungkin
尽量,尽可能

sependapat
意见一致

terdapat
有,存在,发现@Dia sedang mencari orang yang dapat menyelesaikan kerja itu dengan sempurna.@同义词/Sinonim:
larat, mampu, perolehi, sanggup

反义词/Antonim:
gagal, tidak mampu

Tentang bahasa cina

Tentang bahasa cina

Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.

Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.

Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.

Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).

Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.

Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.