Apa arti "buru" dalam bahasa Cina?
Apa arti "buru" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "buru" dengan contoh ilustrasi.
buru:打猎,狩猎,追赶buru-buru匆忙的﹐匆匆忙忙的﹐急忙地﹐仓促地buruan狩猎对象,猎取物berburu打猎berburu-buru1. 一起追赶﹐一同追捕2. 匆匆忙忙的﹐急急忙忙地,慌忙,赶紧keburu1. 可被追逐到的2. 过分地要求(某事物)memburu1. 追赶﹐追逐﹐追踪﹐追捕﹐打猎﹐狩猎2. 追求(地位﹐金钱﹐女人等),设法(努力)达成某事memburu-buru赶(时间等)﹐赶快﹐使快﹐催促﹐加快﹐加紧﹐加速memburukan赶(时间等)﹐赶快﹐使快﹐催促﹐加快﹐加紧﹐加速memburu-burukan赶(时间等)﹐赶快﹐使快﹐催促﹐加快﹐加紧﹐加速pemburu猎人perburu猎人perburu gajah猎象者perburuan打猎pemburuan追赶﹐追踪﹐追逐﹐狩猎﹐打猎terburu-buru匆匆忙忙terburu nafsu性急的﹐操之过急的﹐过于冲动的@Seorang doktor buru-buru dipanggil.@同义词/Sinonim:hambat反义词/Antonim:lambat-lambat
Support by: TuDienSo.comApa arti "buru" dalam bahasa Cina?
buru - Arti dalam bahasa Cina.
打猎,狩猎,追赶
buru-buru
匆忙的﹐匆匆忙忙的﹐急忙地﹐仓促地
buruan
狩猎对象,猎取物
berburu
打猎
berburu-buru
1. 一起追赶﹐一同追捕
2. 匆匆忙忙的﹐急急忙忙地,慌忙,赶紧
keburu
1. 可被追逐到的
2. 过分地要求(某事物)
memburu
1. 追赶﹐追逐﹐追踪﹐追捕﹐打猎﹐狩猎
2. 追求(地位﹐金钱﹐女人等),设法(努力)达成某事
memburu-buru
赶(时间等)﹐赶快﹐使快﹐催促﹐加快﹐加紧﹐加速
memburukan
赶(时间等)﹐赶快﹐使快﹐催促﹐加快﹐加紧﹐加速
memburu-burukan
赶(时间等)﹐赶快﹐使快﹐催促﹐加快﹐加紧﹐加速
pemburu
猎人
perburu
猎人
perburu gajah
猎象者
perburuan
打猎
pemburuan
追赶﹐追踪﹐追逐﹐狩猎﹐打猎
terburu-buru
匆匆忙忙
terburu nafsu
性急的﹐操之过急的﹐过于冲动的@Seorang doktor buru-buru dipanggil.@同义词/Sinonim:
hambat
反义词/Antonim:
lambat-lambat
Kata lain yang mirip dengan bahasa Cina
- "肠梗阻" dalam bahasa Cina?
- "teh" dalam bahasa Cina?
- "bagai kucing kehilangan anak" dalam bahasa Cina?
- "密谋" dalam bahasa Cina?
- "lena ayam" dalam bahasa Cina?
- "begung" dalam bahasa Cina?
- "rangkai kata" dalam bahasa Cina?
- "informan" dalam bahasa Cina?
- "senat" dalam bahasa Cina?
- "不和" dalam bahasa Cina?
- "好几个星期" dalam bahasa Cina?
- "二维码" dalam bahasa Cina?
- "破绽" dalam bahasa Cina?
- "dempir" dalam bahasa Cina?
- "匠" dalam bahasa Cina?
- "烧窑" dalam bahasa Cina?
- "Wesak" dalam bahasa Cina?
- "纱厂" dalam bahasa Cina?
- "darun" dalam bahasa Cina?
- "mencium tanah" dalam bahasa Cina?
Tentang bahasa cina
Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.
Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.
Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.
Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).
Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.
Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.
