Apa arti "bulat kata" dalam bahasa Cina?
Apa arti "bulat kata" dalam bahasa Cina? Definisi, konsep dan penggunaan kata Cina "bulat kata" dengan contoh ilustrasi.
bulat kata:异口同声Kata sepakat.@Keluarga Khadijah telah bulat kata hendak mewakafkan tanah pusaka mereka untuk dijadikan tapak sekolah agama.@
Support by: TuDienSo.comApa arti "bulat kata" dalam bahasa Cina?
bulat kata - Arti dalam bahasa Cina.
异口同声
Kata sepakat.@Keluarga Khadijah telah bulat kata hendak mewakafkan tanah pusaka mereka untuk dijadikan tapak sekolah agama.@
Kata lain yang mirip dengan bahasa Cina
- "难以置信" dalam bahasa Cina?
- "花容" dalam bahasa Cina?
- "kalau kahwin ke batubara, kalau mati ke melaka" dalam bahasa Cina?
- "naga" dalam bahasa Cina?
- "kerakap" dalam bahasa Cina?
- "bumi mana yang tidak ditimpa hujan" dalam bahasa Cina?
- "mustakim" dalam bahasa Cina?
- "reta" dalam bahasa Cina?
- "葺" dalam bahasa Cina?
- "cemo" dalam bahasa Cina?
- "如今" dalam bahasa Cina?
- "嫁女" dalam bahasa Cina?
- "cakar ayam" dalam bahasa Cina?
- "边区" dalam bahasa Cina?
- "harum menghilangkan bau" dalam bahasa Cina?
- "brigedier" dalam bahasa Cina?
- "烟商" dalam bahasa Cina?
- "makan sehidangan" dalam bahasa Cina?
- "来不及" dalam bahasa Cina?
- "取代" dalam bahasa Cina?
Tentang bahasa cina
Bahasa Tionghoa (汉语/漢語, 华语/華語, atau 中文; Pinyin: Hànyǔ, Huáyǔ, atau Zhōngwén) adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya, dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.
Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.
Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.
Perbedaan utama antara konsep Tiongkok dan konsep Barat tentang bahasa ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dari bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Konsep untuk bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja. (Lihat paragraf di bawah ini).
Bentuk karakter cetak kuno dari zhongwen.
Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa.
